DISINILAH KAMI MENIMBA ILMU

Selasa, 11 Januari 2011

KEBAIKAN E- LEARNING

Melalui konsep e-pembelajaran atau e-learning yang diperkenalkan ini, guru dan murid tidak perlu lagi berinteraksi secara empat mata. Sebaliknya, proses berinteraksi berupaya dilakukan pada jarak yang tiada sempadan dan kekangan, iaitu hanya perlu menggunakan komputer dan internet sebagai medium.
Sungguhpun demikian, pengaplikasian e-pembelajaran tidak bermaksud proses pembelajaran akan menjadi lebih longgar dan kurang pengawasan hingga boleh menjejaskan kualiti pendidikan yang disampaikan. Sebaliknya, e-pembelajaran merangkum suatu program yang mapan, bukan saja mampu mengekalkan kualiti pendidikan, malah mampu menjadi lebih terancang dan fleksibel jika diukur dan aspek penilaian prestasi pelajaran dan pembelajaran yang dilangsungkan.
Konsep ini merupakan enjin e-pembelajaran mengikut masa sebenar yang dibangunkan bagi mewujudkan kitaran pembelajaran yang menyamai proses pengajaran dan pembelajaran secara fizikal, seperti yang diamalkan di sekolah. Pada masa yang sama, konsep e-pembelajaran dapat mengenal pasti kelemahan setiap pelajar juga. Proses mengenal pasti kelemahan dan kekuatan pelajar ini dapat dilaksanakan melalui latihan dan profil pelbagai cumber pembelajaran. Malah, melalui latihan yang dijalankan melalui talian, enjin ini mampu membuat penilaian terhadap kemampuan para pelajar dalam setiap komponen dalam satu-satu mata pelajaran.
Misalnya, dalam pelajaran Bahasa Inggeris, para pelajar akan diberi ujian dalam setiap komponen yang terdapat dalam subjek tersebut, termasuklah aspek tatabahasa, pemahaman, dan sebagainya. Seterusnya, keputusan semua ujian tersebut akan dianalisis secara automatik untuk mengenal pasti kekuatan dan kelemahan setiap pelajar.
Pada masa yang sama, enjin ini juga turut menyediakan kemudahan kepada para guru untuk mengubahsuai sistem sedia ada mengikut kesesuaian proses pengajaran mereka. Misalnya, guru dapat menyesuaikan beberapa pilihan jawapan yng betul dan dapat diterima untuk satu-satu soalan berbentuk subjektif. Beberapa kata kunci tertentu akan dimasukkan ke dalam sistem oleh guru yang terlibat bagi membolehkan sistem tersebut menandakan jawapan yang diberikan oleh pelajar mengikut kehendak guru yang berkenaan.

E-LEARNING

E-learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa ahli mencoba menguraikan pengertian e-learning menurut versinya masing-masing, diantaranya :
  • Jaya Kumar C. Koran (2002)e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.
  • Dong (dalam Kamarga, 2002)
    e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat
    elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
  • Rosenberg (2001)
    menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
  • Darin E. Hartley [Hartley, 2001]eLearning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.
  • LearnFrame.Com dalam Glossary of eLearning Terms [Glossary, 2001]
    eLearning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone.
E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa e-learning untuk umum.

E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).